Laman

Senin, 13 Desember 2010

belajar bersama udidaya belut

PROSPEK USAHA

Di Indonesia sejak tahun 1979, belut mulai dikenal dan digemari.  Budi daya belut merupakan jenis ikan konsumsi air tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di sawah-sawah, di rawa-rawa/lumpur dan di kali-kali kecil. Terdapat 3 (tiga) macam jenis belut,  yaitu belut rawa, belut sawah dan belut kali/laut. Namun demikian jenis belut yang sering dijumpai adalah jenis belut sawah.
Manfaat dari budidaya belut antara lain :
1) Sebagai penyediaan sumber protein hewani.
2) Sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
3) Sebagai obat penambah darah.
Dengan manfaat yang demikian besar, hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan menjadi salah satu komoditas ekspor.  

TEKNIS MELAKUKAN USAHA

 

Penyiapan Sarana dan Peralatan
 
a.
Perlu diketahui bahwa jenis kolam budidaya ikan belut harus dibedakan antara lain: kolam
 
induk/kolam pemijahan, kolam pendederan (untuk benih belut berukuran 1-2 cm), kolam belut remaja (untuk belut ukuran 3-5 cm) dan kolam pemeliharaan belut konsumsi (terbagi menjadi 2 tahapan yang masing-masing dibutuhkan waktu 2 bulan) yaitu untuk pemeliharaan belut ukuran 5-8 cm sampai menjadi ukuran 15-20 cm dan untuk pemeliharan belut dengan ukuran 15-20 cm sampai menjadi ukuran 30-40 cm.
 
b.
Bangunan jenis-jenis kolam belut secara umum relatif sama hanya dibedakan oleh ukuran
 
kapasitas dan daya tampung belut itu sendiri.
 
c.
Ukuran kolam induk berkapasitas 6 ekor/m2. Untuk kolam pendederan (ukuran belut 1-2
 
cm) berkapasitas 500 ekor/m2. Untuk kolam belut remaja (ukuran 2-5 cm) berkapasitas 250 ekor/m2. Dan untuk kolam belut konsumsi tahap pertama (ukuran 5-8 cm) berkapasitas 100 ekor/m2. Serta kolam belut konsumsi tahap kedua (ukuran 15-20cm) berkapasitas 50 ekor/m2, hingga panjang belut pemanenan kelak berukuran 3-50 cm.
 
d.
Pembuatan kolam belut dengan bahan bak dinding tembok/disemen dan dasar bak tidak
 
perlu diplester.
 
e.
Peralatan lainnya berupa media dasar kolam, sumber air yang selalu ada, alat penangkapan
 
yang diperlukan, ember plastik dan peralatan-peralatan lainnya.
 
f.
Media dasar kolam terdiri dari bahan-bahan organik seperti pupuk kandang, sekam padi dan
 
jerami padi. Caranya kolam yang masih kosong untuk lapisan pertama diberi sekam padi setebal 10 cm, di atasnya ditimbun dengan pupuk kandang setebal 10 cm, lalu di atasnya lagi ditimbun dengan ikatan-ikatan merang atau jerami kering. Setelah tumpukan-tumpukan bahan organik selesai dibuat (tebal seluruhnya sekitar 30 cm), barulah air dialirkan ke dalam kolam secara perlahan-lahan sampai setinggi 50 cm (bahan organik + air). Dengan demikian media dasar kolam sudah selesai, tinggal media tersebut dibiarkan beberapa saat agar sampai menjadi lumpur sawah. Setelah itu belut-belut diluncurkan ke dalam kolam.
 
Penyiapan Bibit
 
1.
Menyiapkan Bibit
 
a.
Anak belut yang sudah siap dipelihara secara intensif adalah yang berukuran 5-8 cm.
 

dipelihara selama 4 bulan dalam 2 tahapan dengan masing-masing tahapannya selama 2 bulan.
 
b.
Bibit bisa diperoleh dari bak/kolam pembibitan atau bisa juga bibit diperoleh dari sarang-
 

sarang bibit yang ada di alam.
 
c.
Pemilihan bibit bisa diperoleh dari kolam peternakan atau pemijahan.  Biasanya belut yang
 

dipijahkan adalah belut betina berukuran ± 30 cm dan belut jantan berukuran ± 40 cm.
 
d.
Pemijahan dilakukan di kolam pemijahan dengan kapasitas satu ekor pejantan dengan dua
 

ekor betina untuk kolam seluas 1 m2.  Waktu pemijahan kira-kira berlangsung 10 hari baru telur-telur ikan belut menetas. Dan setelah menetas umur 5-8 hari dengan ukuran anak belut berkisar 1,5–2,5 cm. Dalam ukuran ini belut segera diambil untuk ditempatkan di kolam pendederan calon benih/calon bibit. Anak belut dengan ukuran sedemikian tersebut di atas segera ditempatkan di kolam pendederan calon bibit selama ± 1 (satu) bulan sampai anak belut tersebut berukuran 5-8 cm. Dengan ukuran ini anak belut sudah bisa diperlihara dalam kolam belut untuk konsumsi selama dua bulan atau empat bulan.
 
2.
Perlakuan dan Perawatan Bibit
 
Dari hasil pemijahan anak belut ditampung di kolam pendederan calon benih selama 1 bulan. Dalam hal ini benih diperlakukan dengan secermat mungkin agar tidak banyak yang hilang. Sebaiknya dilakukan dalam perairan yang bersih, lebih baik lagi apabila di air yang mengalir.
 
3.
Pemeliharaan Pembesaran
 
a.
Pemupukan
 

Jerami yang sudah lapuk diperlukan untuk membentuk pelumpuran yang subur dan pupuk kandang diperlukan sebagai salah satu bahan organik utama.
 
b.
Pemberian Pakan
 

Bila diperlukan bisa diberi makanan tambahan berupa cacing, kecoa, ulat  besar(belatung) yang diberikan setiap 10 hari sekali.
 
c.
Pemberian Vaksinasi
 
4.
Pemeliharaan Kolam dan Tambak
 

Yang perlu diperhatikan pada pemeliharaan belut adalah menjaga kolam agar tidak ada gangguan dari luar dan dalam kolam tidak beracun.
 
5.
Panen
 
Pemanenan belut berupa 2 jenis yaitu :
 
a.
Berupa benih/bibit yang dijual untuk diternak/dibudidayakan.
 
b.
Berupa hasil akhir pemeliharaan belut yang siap dijual untuk konsumsi(besarnya/
 

panjangnya sesuai dengan permintaan pasar/konsumen).
 
Cara Penangkapan belut sama seperti menangkap ikan lainnya dengan peralatan antara lain: bubu/posong, jaring/jala bermata lembut, dengan pancing atau kail dan pengeringan air kolam sehingga belut tinggal diambil saja.
 
6.
Pasca Panen
 
Pada pemeliharaan belut secara komersial dan dalam jumlah yang besar, penanganan pasca panen perlu mendapat perhatian yang serius. Hal ini agar belut dapat diterima oleh konsumen dalam kualitas yang baik, sehingga mempunyai jaringan pemasaran yang luas.
 

6 komentar:

  1. maaf saya jga blm pham....buat temen-temen yang berminat dan bersungguh- sungguh inggin belajar budidaya belut....bisa mengikuti pelatihan, yang insyaALLOH akan dilaksanakan pada bulan februari, di kota Madiun...keterangan lebih lanjut silahkan hubungi, 08563655900

    BalasHapus
  2. q glem nek dkei ws mteng kyk gmbr neng dwur ktoke kk enk...

    BalasHapus
  3. iki usahamu dw o pak...kapan2 q pngen weroh, tak moro neng umah mu yo...hehehe

    BalasHapus
  4. sementara iki durung mulai bos....ayo belajar bareng.....

    BalasHapus